Langsung ke konten utama

Lalai

By: Eman

Perhatikan sekitar kita. Perhatikan kakek nenek buyut kita. Perhatikan kakek nenek kita. Perhatikan orang tua kita. Sebagian dari mereka telah tiada. Telah meninggalkan kita. Meninggal dunia.

Kini kita tidak dapat melihat mereka lagi. Tidak dapat melihat senyum dan tawa mereka lagi. Tidak dapat meminta petuah dan nasihat bijaksana mereka lagi. Tidak dapat menyentuh dan mencium tangan mereka lagi.

Padahal, pada saat mereka masih hidup, masih ada di sekitar mereka. Kita tidak pernah perduli pada petuah dan nasihat mereka. Merasa tergangu dengan senyum dan tawa mereka. Merasa rendah apabila mencium tangan mereka.

Kini mereka telah tiada. Kini semua telah berlalu. Hanya hati pedih bagai ter-iris sembilu. Sudah berapa banyakkah yang terlewati oleh kita?

WALLAHU A'LAM

Komentar

  1. Astaghfirullhal'azhim.... Boss... benar itu.... masuk awal Ramadhan ini terkenang semua nya.... hanya bisa di kenang.... Allohummaghfirlahum warham hum wa 'afihim wa' fu 'anhum.... semoga ALLAH berikan kebahagiaan kepada ruhaniyah mereka di alamnya....

    BalasHapus
  2. Aamiin. Mudah2an do'a kita disampaikan ke mereka, walaupun mereka sd tiada.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Ber-Shodaqoh Bisa Dengan Bermacam Cara

Senyumanmu (bermuka manis) untuk saudaramu adalah shadaqah, dan amar ma'rufmu serta nahi munkarmu juga shadaqah, dan memberikan petunjuk kepada laki-laki (atau kepada siapa saja) yang ada di bumi yang sedang sesat, bagimu merupakan shadaqah. Dan (apabila engkau suka) menyingkirkan batu atau duri atau tulang-tulang yang mengganggu jalan bagimu yang merupakan shadaqah. (H.R. Bukhari)

Noda di Dahi

Bila berjalan dengan noda/ kotoran di dahi, tidak dapat kita melihatnya kecuali dengan cermin. Tetapi orang lain akan melihat jelas noda di dahi itu, dan akan memberitahu adanya noda itu. Dengan keragaman macam manusia, cara memberitahu juga akan bermacam cara. Ada yang dengan cara yang baik, ada juga dengan cara yang tidak baik. Sebagian orang dengan sopan memberitahu adanya noda itu, bahkan hingga menawari secarik kain untuk membersihkannya. Sebagian lagi dengan cara cukup tersenyum, menertawai, bahkan hingga menghina menganggap bodoh berjalan dengan noda di dahi. Kita akan senang dengan cara memberitahu yang baik, tetapi sebaliknya dengan cara memberitahu yang buruk, kita dengan segera marah. Kita merasa tidak berhak ditertawai, atau dihina karena berjalan dengan noda di dahi. Biar bagaimanapun tidak sepantasnya kita segera menanggapi dengan marah. Seharusnya periksa diri kita dahulu sebelum marah. Kita lihat baik-baik apa yang terjadi dengan diri sendiri sehingga orang...

Punuk (Guru)

Dalam banyak majlis atau organisasi, jumlah murid, jamaah atau pengikut merupakan tolok ukur dari keberhasilan atau kebesarannya. Seringkali jumlah menjadi kebanggaan dan kesombongan. Hal ini juga bagi banyak orang menjadi dasar bagus tidaknya majlis itu. Dalam "kata singkat" : kuantitas menentukan kualitas, jumlah adalah jaminan mutu. Murid adalah seseorang yang diakui oleh seorang guru untuk mempelajari ilmu yang diajarkannya. Murid wajib mengikuti petunjuk-petunjuk gurunya dalam melakukan olah ilmu yang diberikan agar tidak menyalahi jalan yang sudah ada. Murid adalah bentukan gurunya, maka bagaimanapun bentuk laku dari murid merupakan cerminan apa yang diajarkan oleh gurunya. Walaupun tidak terlepas dari adanya pengaruh lainnya, dominasi ajaran gurunya tetap yang menjadi anutan bagi seorang murid. Diperlukan usaha yang ekstra keras bagi seorang guru agar muridnya tidak menyimpang arah. Dalam tingkatan inilah yang harus diperhatikan oleh seorang guru. Baik b...