Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Humor Sufi

Tampak Seperti Wujudmu

Sambil meresapi keindahan alam sekitarnya yang merupakan salah satu tanda kebesaran Penciptanya, Nasruddin berkata : “Wahai Yang Maha Agung, seluruh diriku terselimuti oleh-MU. Segala yang tampak oleh mataku, tampak seperti wujud-MU.” Seseorang yang mendengar hal itu, mengejeknya,”Bagaimana apabila ada orang jelek dan dungu lewat di depan matamu?” Nasruddin berbalik, menatapnya lekat-lekat, lalu berkata,”Tampak seperti wujudmu.”

Api

Nasruddin dipercayakan menyampaikan khutbah Jum’at pada suatu masjid. Khutbah baru saja dimulai, terlihat jama’an mulai terkantuk-kantuk, dan bahkan sebagian telah tertidur lelap. “Api! Api! Api!”, teriak Nasruddin. Segera saja, seisi masjid terangun, membelalak karena kaget, dan sebagian bertanya dengan panik,”Dimana apinya?” Seolah tidak acuh pada yang bertanya, Nasruddin meneruskan khutbahnya,”Api yang dahsyat di neraka, bagi mereka yang lalai dalam beribadah.”

Gelar Raja

Pada suatu hari raja berkata pada Nasruddin,”Setiap khalifah disini mempunyai gelar dengan nama ALLAH, seperti Al Muwwafiq Billah, Al Mutawakil Alallah, Al Watsiq Billah, dan lain-lain. Menurutmu, gelar apa yang pantas untukku. Agak bingung Nasruddin menjawabnya, mengingat raja adalah penguasa yang terkenal bengis dan kejam. Tak lama, Nasruddin menemukan jawabannya. “Saya kira, gelar yang paling pantas untuk paduka adalah Na’udzu Billah saja”

KELEDAI MEMBACA

Nasruddin diberi seekor keledai dari Raja. Raja memerintahkan dalam 2 minggu keledai itu harus bisa membaca. Dua minggu kemudian, Nasruddin menghadap raja. Tanpa banyak bicara, raja menunjuk msebuah buku besar. Nasruddin menggiring keledai itu ke buku yang ditunjukkan, dan membuka sampulnya. Si keledai menatap buku itu, dan tak lama kemudian mulai membalik halamannya dengan lidah. Lembar demi lembar dibuka hingga halaman terakhir. Stelah itu si keledai menatap Nasruddin. “Demikianlah, keledaiku ini telah dapat membaca”, kata Nasruddin. Raja bertanya,”Bagaimana kau mengajarinya membaca?” Nasruddin bercerita,”Di rumah, aku sisipkan butir-butir gandum di lembaran-lembaran kertas seperti buku. Untuk makan butir-butir gandum itu, dia harus bisa membuka lembaran-lembaran itu, hingga ia terlatih untuk membuka buku.” “Kalau begitu dia tetap bodoh, hanya membalik-balikkan buku itu tetapi tidak mengerti apa yang dia buka”, sambung raja. “Ya begitulah. Bukankah apabila seseorang yang membuka-buka...

JATUH KE KOLAM

Nasruddin hampir tercebur ke sebuah kolam, tetapi seseorang telah menolongnya. Namun semenjak itu, apabila bertemu Nasruddin, orang tersebut selalu membicarakan hal tersebut kepadanya, sehingga membuat Nasruddin harus berterima kasih berulang-ulang. Pada suatu hari Nasruddin bertemu orang itu lagi, dan orang itupun segera menceritakan hal tersebut. Nasruddin pun mengajak orang itu menuju ke kolam dimana dia hampir tercebur. Setibanys di lokasi, Nasruddin langsung melompat ke air. “Kau lihat! Sekarang aku benar-benar tercebur seperti seharusnya apabila kau tidak menolongku pada saat itu. Sekarang pergilah, jangan kau ucapkan cerita itu lagi!”

JANJI PALSU

Pada sebuah pelayaran, Nasruddin mengalami badai besar dan cuaca yang sangat buruk. Kapal terombang-ambing nyaris tenggelam. Para penumpang mulai berlutut, berdo’a, dan teriak-teriak minta tolong. Mereka berdo’a dan berjanji akan berbuat sebanya-banyaknya kebaikan apabila selamat dari badai ini. Tiba-tiba Nasruddin berteriak,” Teman-teman, hentikanlah janji-janji muluk itu! Aku melihat daratan!”

BAHASA BURUNG

Humor Sufi Dalam pengembaraannya, Nasruddin singgah di ibukota. Kedatangannya langsung tersiar seantero ibukota. Kecerdasannya telah terkenal, hingga raja memanggilnya ke istana untuk mengujinya. Saat Nasruddin di hadapan raja, kebetulan terbang melintas seekor burung hantu sambil berteriak-teriak. “Coba katakan, apa yang diucapkan burung hantu itu!” “Ia mengatakan’” kata Nasruddin, “Jika raja tidak berhenti menyengsarakan rakyat, maka kerajaannya akan segera runtuh seperti sarangnya.”

HIDANGAN UNTUK BAJU

Humor Sufi Nasruddin menghadiri sebuah pesta. Tetapi karena hanya memakai pakaian yang tua dan jelek, tidak ada seoarang pun yang menyambutnya. Dengan kecewa Nasruddin pulang kembali. Namun tak lama, Nasruddin kembali dengan memakai pakaian yang baru dan indah. Kali ini tuan rumah menyambutnya denga ramah. Ia diberi tempat duduk dan memperoleh hidangan seperti tamu-tamu lainnya. Tetapi Nasruddin segera melepas baju itu diatas hidangan dan berseru,”Hei baju baru, makanlah sepuas-puasmu!” Tuan rumah terkejut heran, segera Nasruddin menjelaskan,”Ketika aku datang dengan baju yang tadi, tiada seorang pun yang memberi makanan. Tetapi sewaktu aku kembali dengan baju ini, aku mendapatkan tempat yang bagus dan makanan yang enak. Tentu saja ini hak bajuku, bukan untukku.”

MISKIN DAN SEPI

Humor Sufi Seorang pemuda baru saja mewarisi kekayaan orang tuanya. Ia langsung terkenal sebagai orang kaya, dan banyak orang yang menjadi kawannya. Namun karena tidak cakap mengelola, tidak lama seluruh uangnya habis. Satu per satu kawannya menjauhinya. Ketika benar-benar miskin dan sebatang kara, ia mendatangi Nasruddin. “Uang saya sudah habis, dan kawan-kawan saya meninggalkan saya. Apa yang harus saya lakukan?” keluh pemuda itu. “Jangan khawatir,” jawab Nasrtuddin, “Segalanya akan normal kembali. Tunggu saja beberapa hari ini. Kau akan kembali tenang dan bahagia.” Pemuda itu gembira bukan main. “Jadi saya akan kembali kaya?” “Bukan begitu maksudku. Kau salah tafsir. Maksudku, dalam waktu yang tidak terlalu lama, kau akan terbiasa menjadi orang miskin dan tidak mempunyai teman.”