Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tafakur

Tafakur Fi Kholqillah (3 Alat)

Bayangkan bila manusia lahir dalam keadaan tuli dan buta, ditambah ketiadaan sensor rasa. Yang terjadi selanjutnya adalah orang tersebut tidak akan pernah dapat mandiri selamanya. Sepanjang hidupnya akan selalu tergantung kepada bantuan orang lain. Pendengaran, penglihatan, dan rasa adalah gerbang manusia untuk memahami lingkungan tempatnya berada. Dengan 3 alat itu, manusia mengetahui dan memahami alam sekitarnya. Dengan 3 alat itu, ilmu pengetahuan mengalir ke dalam diri manusia. Tanpa adanya pendengaran, penglihatan, dan rasa, manusia tidak akan pernah mengetahui apa pun. Ia tidak akan pernah memahami keadaan sekelilingnya. Bayi baru lahir - source : Pixabay Dengan pendengarannya, ia akan dapat membedakan suara-suara. Yang mana suara manusia, yang mana suara hewan, atau suara benda-benda. Ia juga dapat membedakan suara seseorang dengan orang lainnya, suara hewan yang satu dengan hewan yang lainnya, suara benda-benda yang berbeda jenisnya. Dengan pendengarannya juga, ia dapat meng...

Ga Takut Ya? Hmmm....

Kiamat banyak digambarkan oleh manusia sebagai suatu peristiwa kehancuran yang sangat luar biasa. Saat yang penuh dengan ketakutan, kesakitan, penderitaan, kengerian, kematian, kerusakan. Saat dimana seluruh kekuatan alam di muka bumi ini dihamburkan dalam satu waktu yang bersamaan. Saat yang sesungguhnya adalah akhiran dari kehidupan alam semesta ini. Badai angin yang mencabuti dan menerbangkan semua yang berada di muka bumi, gempa bumi yang merobek-robek tanah dan yang berdiri di atasnya, meletusnya gunung-gunung yang melontarkan ke udara seluruh isi perutnya yang berupa cairan berapi dan batu-batu panas yang kemudian menimpa semua yang ada dibawahnya, melimpahnya air lautan menerjang daratan yang menenggelamkan dan menghempaskan semua yang berada di depannya, petir menggelegar menyambar apapun benda-benda dibawahnya. Seluruh yang ada di bumi ini hancur luluh lantak. Kehancuran Bumi Semua orang meng-amini bahwa kiamat sangat mengerikan. Semua orang setuju bahwa kiamat sangat menakutk...

CCTV Siapa Yang Paling Hebat?

Jaman dulu ada yang namanya piringan hitam, kaset recorder, kaset video, kemudian kesininya ada compact disk, VCD, DVD, SD Card, terus sekarang ada Flash Drive. Semuanya itu adalah media penyimpanan yang pernah ada  dalam kehidupan manusia. Disana dapat disimpan suara dan atau gambar, baik statis maupun bergerak. Pada saat dibutuhkan, isi dari media penyimpanan itu bisa dibuka atau ditampilkan. Dengan alat yang tepat, dengan mudahnya semua yang ada di dalamnya dibuka. Contohnya, lagu-lagu lawas - tahun 1960 kebawah - pada piringan hitam akan dapat didengar bila diputar di gramophone (pemutar piringan hitam). Suara para penyanyinya yang kebanyakan sudah tiada di alam dunia ini, masih bisa didengar atau dinikmati. Begitu juga dengan video dokumentasi  yang berisi tentang orang atau keluarga terkasih yang telah meninggal dunia, ditampilkan seakan masih ada bersama kita.  Dapat dilihat kembali saat diperlukan. Format video yang semakin canggih, membuat tam...

Marah Adalah Perbuatan Zalim

 لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ  Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya 21: Ayat 87) Potongan ayat ini lebih dikenal sebagai do'a Nabi Yunus saat beliau berada dalam mulut ikan yang sangat besar (paus?). Setelah beliau meninggalkan umatnya, lalu ikut dalam perjalanan sebuah kapal laut. Setelah terjadinya badai yang mengamuk mengombang-ambingkan kapal, kemudian dilakukanlah undian oleh awak kapal yang hasil akhirnya adalah beliau ditetapkan sebagai orang yang harus keluar dari kapal laut menceburkan diri ke dalam samudera yang sedang menggelora. Ilustrasi : Kapal dalam Badai Ikhwal beliau berada pada tempat tersebut dijelaskan dalam keseluruhan ayat : Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: وَ ذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَا ضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّـقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَا دٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُن...

Tafakur Fi Kholqillah (Asal Kejadian Manusia Setelah Adam)

Setelah Adam dan Hawa, penciptaan manusia selanjutnya melalui proses dalam kandungan seorang wanita. Diawali dari masuknya air mani ke dalam rahim, maka proses pembentukan manusia pun dimulai. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur..... (Al Insaan 76 : Ayat 2) Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), (Al Qiyamaah 75 : 37) Setetes lho..... Hanya setetes mani.... Manusia berasal dari hanya setetes air mani... Dan yang setetes itu pun mengandung ribuan hingga jutaan sel sperma... Jutaan sel itu berjuang dan bersaing menuju ke tempat sel telur berada. Dalam perjalanan itu banyak sel yang mati, sehingga hanya beberapa saja yang tersisa, dan mereka bersaing untuk membuahi sel telur yang memang cuma sebuah. Untuk membuahi sel telur saja, butuh perjuangan yang sangat sulit untuk menembus lapisan yang menutupi sel telur. Dan sel sperma yang terkuatlah yang akan berhasil, dan jadilah kamu.... Hehe...

Tafakur Fi Kholqillah (Asal Kejadian Manusia Pertama)

Banyak orang pergi jauh-jauh ke gunung, lembah, pantai, laut yang katanya untuk bertafakur atas segala ciptaan Allah Yang Maha Besar. Padahal ada yang dekat, dan itu adalah bahan tafakur yang tidak pernah habis untuk dibahas, yaitu diri manusia.. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: وَفِيْ خَلْقِكُمْ وَمَا يَبُثُّ مِنْ دَآ بَّةٍ اٰيٰتٌ لِّقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ ۙ  "Dan pada penciptaan dirimu dan pada makhluk bergerak yang bernyawa yang bertebaran (di bumi) terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) untuk kaum yang meyakini," (QS. Al-Jaatsiyah 45: Ayat 4) Manusia adalah obyek terdekat bagi kita untuk bertafakur. Hal utama untuk bertafakur bagi diri manusia adalah bertafakur bagaimana Allah menciptakan manusia. Ini sangat penting..... Karena sudah sebegitu gamblangnya bagaimana proses kejadian manusia, begitu terang benderangnya ilmu pengetahuan yang mengupas tuntas, begitu banyaknya literatur dan bahan bacaan yang menguak secara jelas, tetapi masih ada saja (juga s...

Skenario Yang Indah

Jadi begini ya....... Gan n Sis..... Waktu Allah menciptakan manusia pertama...... "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak  menjadikan khalifah di bumi . Mereka berkata, Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? Dia berfirman, Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 30) Tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk menjadi khalifah di bumi. Memimpin di bumi. Di bumi. Bukan di planet lain. Juga bukan buat tinggal di surga. Jadi kalau Adam dan Hawa kemudian digoda iblis lalu makan buah khuldi yang akhirnya dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi, itu nggak lain nggak bukan ada dalam skenario Allah dalam kitab Lauh Mahfudz. Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur'an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi ata...

Tajamkan Mata

Sulim adalah seorang petani yang sederhana. Lahan miliknya terbilang hanya sedikit, masih bisa menghasilkan untuk kehidupannya sehari-hari. Ia berkawan dengan 3 orang yang berbeda sifat, sikap dan pendirian, yaitu   Akit, Apir, dan Apik Akit adalah seorang yang selalu memberi perlindungan,   rasa nyaman, tentram, dan damai. Ia juga seorang yang tegas, keras dan tidak mau kompromi pada hal yang mendasar. Akit sangat tidak suka dengan Apir, terutama bila Apir membujuk Sulim untuk meninggalkannya. Ia siap berkelahi bila Apir telah melanggar kawasannya. Tetapi sayangnya ia adalah seorang yang fakir. Apir adalah orang yang sopan santun, lembut, gemar memberi, tetapi ia adalah orang yang selalu ingin menguasai Sulim sendirian. Ia selalu berusaha mencari celah agar tujuannya tercapai dengan menjanjikan kehebatan, kemulyaan, dan harta benda bila Sulim mau meninggalkan kawan yang lainnya, terutama Akit. Tetapi kadang Apir bisa berkompromi dengan Apik selama tidak menghalan...