Langsung ke konten utama

Ga Takut Ya? Hmmm....

Kiamat banyak digambarkan oleh manusia sebagai suatu peristiwa kehancuran yang sangat luar biasa. Saat yang penuh dengan ketakutan, kesakitan, penderitaan, kengerian, kematian, kerusakan. Saat dimana seluruh kekuatan alam di muka bumi ini dihamburkan dalam satu waktu yang bersamaan. Saat yang sesungguhnya adalah akhiran dari kehidupan alam semesta ini.

Badai angin yang mencabuti dan menerbangkan semua yang berada di muka bumi, gempa bumi yang merobek-robek tanah dan yang berdiri di atasnya, meletusnya gunung-gunung yang melontarkan ke udara seluruh isi perutnya yang berupa cairan berapi dan batu-batu panas yang kemudian menimpa semua yang ada dibawahnya, melimpahnya air lautan menerjang daratan yang menenggelamkan dan menghempaskan semua yang berada di depannya, petir menggelegar menyambar apapun benda-benda dibawahnya. Seluruh yang ada di bumi ini hancur luluh lantak.

Kehancuran Bumi


Semua orang meng-amini bahwa kiamat sangat mengerikan. Semua orang setuju bahwa kiamat sangat menakutkan. Agama dan banyak kepercayaan meyakini bahwa kiamat adalah  berakhirnya kehidupan dunia saat ini, dan dimulainya kehidupan yang baru di alam yang lain.

Tidak ada satupun makhluq yang mengetahui kapan saat terjadinya kiamat. Dalam Islam, Rasul Muhammad yang mulia mengabarkan tanda-tanda akan terjadinya kiamat, tetapi tidak memberitahu secara detil tanggal bulan tahun berapa, jam menit detik keberapa. Semua itu menjadi rahasia yang hanya Allah saja yang mengetahui.

"Sungguh, hari Kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar setiap orang dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 15)

Dalam ayat ini jelas Allah beritahu tujuan dirahasiakannya kapan terjadinya kiamat. Sebagai salah satu dari 6 pilar keimanan dalam rukun iman, pengetahuan akan datangnya hari kiamat bukanlah hanya dalam kata-kata belaka, tetapi merupakan sebuah keyakinan yang berakar dalam hati.

Tidak diberitahukannya kapan terjadinya kiamat agar manusia memelihara keimanannya dan tetap beramal sholih. Agar manusia selalu berbuat baik kepada sesamanya dan alam selama hidupnya. Agar manusia tidak melakukan perbuatan yang merusak lingkungan tempat ia berdiam. Agar manusia tahu bahwa semuanya ini hanyalah fana, tidak kekal, akan ada akhirannya. Dan pada saat itulah awal dari semua amal perbuatan manusia diberi balasannya.

"Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman."
(Al Mu'min 40 : Ayat 59)

Iman (yakin) pada (terjadinya) hari kiamat, sebagai rukun iman ke 5, adalah sebuah rambu bagi orang beriman agar selalu menata segala langkah dan perilakunya dalam kehidupan di alam dunia. Meyakini bahwa kiamat pasti akan terjadi, tidak perduli kapannya, membuat orang yang beriman menjaga perbuatan agar tidak terjerumus dalam dosa.

Allah berfirman bahwa kiamat pasti terjadi, orang beriman sami'na wa atho'na. Tidak ada sedikitpun hal yang meleset dari apa yang telah Allah kabarkan. Apabila sesuatu Allah katakan terjadi, maka pasti terjadi.

Tetapi sayangnya sebagian manusia menolak untuk meyakini akan datangnya hari kiamat. Mereka menganggap kabar akan terjadinya kiamat ini hanyalah dongengan orang tua jaman dahulu untuk menakut-nakuti manusia. Kiamat dianggap hanyalah gurauan belaka.

"Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit."
(Al Qamar 54 : Ayat 46)

Kiamat pasti datang, itu sebuah keniscayaan. Bukan lagi menjadi sebuah pertanyaan bagi manusia, tetapi itu sudah menjadi sebuah pernyataan dari pemilik alam semesta ini. Silakan saja semua manusia tidak mempercayai akan datangnya kiamat ini, tetapi saat itu akan datang, dan akan membuat ciut setiap hati anak manusia yang mengalaminya. Kejadian  maha dahsyat luar biasa yang tidak pernah terjadi dalam kehidupan alam semesta, menghancurkan sehancur-hancurnya segala yang ada.

Dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami". Katakanlah: "Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui yang gaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu.(Saba' 34 : Ayat 3)"Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya."(Az Zukhruf 43 : Ayat 66)"Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?"(Muhammad 47 : Ayat 18)

Allah biarkan mereka melupakan hari kiamat, Allah biarkan mereka tidak menyadari tanda-tanda yang telah diberikan. Saat mereka tidak sadar itulah, seakan-akan kiamat datang tiba-tiba. Mereka terkejut, mereka takut.

Bila saat itu terjadi, hancur luluh semua kesombongan selama ini, hilang semua kebanggaan, lenyap semua kehebatan. Semua mulut menghamburkan do'a-do'a berharap pertolongan, berharap perlindungan. Semua berteriak mohon ampun, menangis minta tolong, bersujud untuk bertaubat.

Bila saat itu datang..... Semua permohonan taubat sudah terlambat......

Wallahu a'lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Ber-Shodaqoh Bisa Dengan Bermacam Cara

Senyumanmu (bermuka manis) untuk saudaramu adalah shadaqah, dan amar ma'rufmu serta nahi munkarmu juga shadaqah, dan memberikan petunjuk kepada laki-laki (atau kepada siapa saja) yang ada di bumi yang sedang sesat, bagimu merupakan shadaqah. Dan (apabila engkau suka) menyingkirkan batu atau duri atau tulang-tulang yang mengganggu jalan bagimu yang merupakan shadaqah. (H.R. Bukhari)

Noda di Dahi

Bila berjalan dengan noda/ kotoran di dahi, tidak dapat kita melihatnya kecuali dengan cermin. Tetapi orang lain akan melihat jelas noda di dahi itu, dan akan memberitahu adanya noda itu. Dengan keragaman macam manusia, cara memberitahu juga akan bermacam cara. Ada yang dengan cara yang baik, ada juga dengan cara yang tidak baik. Sebagian orang dengan sopan memberitahu adanya noda itu, bahkan hingga menawari secarik kain untuk membersihkannya. Sebagian lagi dengan cara cukup tersenyum, menertawai, bahkan hingga menghina menganggap bodoh berjalan dengan noda di dahi. Kita akan senang dengan cara memberitahu yang baik, tetapi sebaliknya dengan cara memberitahu yang buruk, kita dengan segera marah. Kita merasa tidak berhak ditertawai, atau dihina karena berjalan dengan noda di dahi. Biar bagaimanapun tidak sepantasnya kita segera menanggapi dengan marah. Seharusnya periksa diri kita dahulu sebelum marah. Kita lihat baik-baik apa yang terjadi dengan diri sendiri sehingga orang...

Punuk (Guru)

Dalam banyak majlis atau organisasi, jumlah murid, jamaah atau pengikut merupakan tolok ukur dari keberhasilan atau kebesarannya. Seringkali jumlah menjadi kebanggaan dan kesombongan. Hal ini juga bagi banyak orang menjadi dasar bagus tidaknya majlis itu. Dalam "kata singkat" : kuantitas menentukan kualitas, jumlah adalah jaminan mutu. Murid adalah seseorang yang diakui oleh seorang guru untuk mempelajari ilmu yang diajarkannya. Murid wajib mengikuti petunjuk-petunjuk gurunya dalam melakukan olah ilmu yang diberikan agar tidak menyalahi jalan yang sudah ada. Murid adalah bentukan gurunya, maka bagaimanapun bentuk laku dari murid merupakan cerminan apa yang diajarkan oleh gurunya. Walaupun tidak terlepas dari adanya pengaruh lainnya, dominasi ajaran gurunya tetap yang menjadi anutan bagi seorang murid. Diperlukan usaha yang ekstra keras bagi seorang guru agar muridnya tidak menyimpang arah. Dalam tingkatan inilah yang harus diperhatikan oleh seorang guru. Baik b...