Langsung ke konten utama

Skenario Yang Indah

Jadi begini ya....... Gan n Sis.....


Waktu Allah menciptakan manusia pertama......

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata, Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? Dia berfirman, Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 30)

Tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk menjadi khalifah di bumi. Memimpin di bumi. Di bumi. Bukan di planet lain. Juga bukan buat tinggal di surga.

Jadi kalau Adam dan Hawa kemudian digoda iblis lalu makan buah khuldi yang akhirnya dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi, itu nggak lain nggak bukan ada dalam skenario Allah dalam kitab Lauh Mahfudz.

Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur'an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biar pun sebesar zarah (atom) di bumi atau pun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).
(Yunus 10 : Ayat 61)

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).
(Huud 11 : Ayat 6)

Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuz) Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.

(Al Hajj 22 : Ayat 70)

Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar mengetahui apa yang disembunyikan hati mereka dan apa yang mereka nyatakan.

(An Naml 27 : 74)

Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang ke luar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia-lah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.

(Saba' 34 : Ayat 2)

Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Mau itu disembunyikan atau diperlihatkan. Mau di bumi, mau di langit. Nggak lepas dari pengetahuan Allah. Jadi Allah tahu kalau iblis menggoda Adam dan Hawa.

Kalau gitu Allah kejam dong, karena membiarkan Adam dan Hawa keluar dari kenikmatan surga.....

  • Nggak lah... Kembali ke tujuan Adam diciptakan kan memang diperuntukan menjadi khalifah di bumi.

Trus kenapa nggak diciptakannya di bumi aja sekalian, jadi ga perlu tau kalau surga itu penuh kenikmatan, ga perlu capek-capek, mau apa aja sudah tersedia.

Dan juga ga perlu skenario segala iblis menggoda Adam dan Hawa. Kan kasihan sudah enak-enak di surga eeehh... diturunin ke bumi. Mana di bumi tuh segala-galanya harus dikerjakan sendiri. Harus dicari. Harus capek.
  • Justru biar tau kalau surga itu enak, dan kalau mau ke surga lagi, ya harus taat kepada Allah. Jangan durhaka. Jangan membangkang atau membantah perintah Allah. Jadi nanti setelah meninggal, baliknya ke tempat asal manusia lagi, ke surga lagi.
  • Juga biar tau kalau capek lelah letih nya berusaha di dunia, ga ada apa-apanya dibanding balasan kenikmatan surga.

Udah baca banyak-banyak, ga ada yang hubungannya sama judul. Pantesnya Judulnya "Skenario Yang Nyesek". Ga ada indah-indahnya.

  • Lah... Itu indah banget.... Agan n sis udah baca tulisan saya, itu indahnya... Allah takdirkan agan/ sis buka internet, eeeehhhh... ketemu tulisan ini deh....Kan indah banget.....Terima kasih ya udah baca tulisan-tulisan saya...... Wkwkwk....







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Ber-Shodaqoh Bisa Dengan Bermacam Cara

Senyumanmu (bermuka manis) untuk saudaramu adalah shadaqah, dan amar ma'rufmu serta nahi munkarmu juga shadaqah, dan memberikan petunjuk kepada laki-laki (atau kepada siapa saja) yang ada di bumi yang sedang sesat, bagimu merupakan shadaqah. Dan (apabila engkau suka) menyingkirkan batu atau duri atau tulang-tulang yang mengganggu jalan bagimu yang merupakan shadaqah. (H.R. Bukhari)

Ramuan Kenikmatan

Bagi orang lain mungkin biasa saja, tetapi bagi saya yang terbiasa makan di warteg, kesempatan makan nasi padang merupakan hal yang berbeda.Seminggu sekali pada hari raya umat Islam, yaitu hari Jumat, saya menyempatkan makan di salah satu warung nasi padang pilihan. Rendang yang sejatinya adalah daging jua , dirasa nikmat dalam kunyahan. Saat merasakan setiap kunyahan rendang itu, saya bertafakur bahwa mengapa kita tidak dapat menikmati ibadah sebagaimana menikmati rendang ini. Kenikmatan rendang tidaklah semata-mata datang begitu saja, tetapi ada proses yang dilalui. Rendang memang menu yang lumrah di setiap warung nasi padang, tetapi tidak semua warung nasi padang dapat menyajikan kenikmatan rasa yang sama. Ketelitian memilih daging, ketepatan bumbu, dan kesabaran meraciknya merupakan proses yang biasa menjadi hasil yang luar biasa. Ambil contoh SHOLAT…. Banyak dari kita melakukan sholat, tetapi tidak sedikit yang tidak bisa mendapatkan kenikmatannya. Tiada yan...

Noda di Dahi

Bila berjalan dengan noda/ kotoran di dahi, tidak dapat kita melihatnya kecuali dengan cermin. Tetapi orang lain akan melihat jelas noda di dahi itu, dan akan memberitahu adanya noda itu. Dengan keragaman macam manusia, cara memberitahu juga akan bermacam cara. Ada yang dengan cara yang baik, ada juga dengan cara yang tidak baik. Sebagian orang dengan sopan memberitahu adanya noda itu, bahkan hingga menawari secarik kain untuk membersihkannya. Sebagian lagi dengan cara cukup tersenyum, menertawai, bahkan hingga menghina menganggap bodoh berjalan dengan noda di dahi. Kita akan senang dengan cara memberitahu yang baik, tetapi sebaliknya dengan cara memberitahu yang buruk, kita dengan segera marah. Kita merasa tidak berhak ditertawai, atau dihina karena berjalan dengan noda di dahi. Biar bagaimanapun tidak sepantasnya kita segera menanggapi dengan marah. Seharusnya periksa diri kita dahulu sebelum marah. Kita lihat baik-baik apa yang terjadi dengan diri sendiri sehingga orang...