Langsung ke konten utama

Selamat Tinggal "Fake Photo"



Sistem operasi android terbaru, Android 11, akan menghentikan kamera smartphone dari "mengubah tampilan wajah" dalam proses pengambilan gambar.




AI Beauty, skin smoothing, skin tone brightening, adalah sebagian mode kamera yang sangat disukai oleh para penggila photo di smartphone. Fasilitas kamera sangat diutamakan dibanding kemampuan smartphone itu sendiri. Kamera telah menggeser mindset pertimbangan orang saat membeli sebuah smartphone. Itu dikarenakan kamera pada smartphone saat ini dapat mengubah tampilan wajah seseorang. Warna kulit yang kusam, terlihat cerah pada photo. Wajah yang biasa aja, akan terlihat "wow".

Kebiasaan memposting gambar selfie atau video di media sosial, membuat kemampuan kamera mengubah penampilan wajah ini menjadi penting. Akhirnya, banyak terjadi "fake photo"

Tetapi di Android 11, hal ini tidak akan terjadi. Android 11 akan menghentikan smartphone dari mengimplementasikan algoritma "facial tweaking" saat proses pengambilan gambar. Bila ingin melakukan pengubahan, dapat dilakukan setelah gambar jadi.

Ini merupakan kabar baik bagi orang yang menyukai kejujuran dan apa adanya. Intinya, terimalah apa adanya wajah anda, seberapapun ganteng atau cantiknya anda...... Hehehe.....

Dan buat yang menyukai AI Beauty, jangan pernah upgrade smartphone anda ke Android 11. Nanti jadi repot,karena harus ngedit-ngedit lagi kalau mau posting photo ke media sosial. Jadi berasa "tepu-tepu" nya ntar....


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Ber-Shodaqoh Bisa Dengan Bermacam Cara

Senyumanmu (bermuka manis) untuk saudaramu adalah shadaqah, dan amar ma'rufmu serta nahi munkarmu juga shadaqah, dan memberikan petunjuk kepada laki-laki (atau kepada siapa saja) yang ada di bumi yang sedang sesat, bagimu merupakan shadaqah. Dan (apabila engkau suka) menyingkirkan batu atau duri atau tulang-tulang yang mengganggu jalan bagimu yang merupakan shadaqah. (H.R. Bukhari)

Ramuan Kenikmatan

Bagi orang lain mungkin biasa saja, tetapi bagi saya yang terbiasa makan di warteg, kesempatan makan nasi padang merupakan hal yang berbeda.Seminggu sekali pada hari raya umat Islam, yaitu hari Jumat, saya menyempatkan makan di salah satu warung nasi padang pilihan. Rendang yang sejatinya adalah daging jua , dirasa nikmat dalam kunyahan. Saat merasakan setiap kunyahan rendang itu, saya bertafakur bahwa mengapa kita tidak dapat menikmati ibadah sebagaimana menikmati rendang ini. Kenikmatan rendang tidaklah semata-mata datang begitu saja, tetapi ada proses yang dilalui. Rendang memang menu yang lumrah di setiap warung nasi padang, tetapi tidak semua warung nasi padang dapat menyajikan kenikmatan rasa yang sama. Ketelitian memilih daging, ketepatan bumbu, dan kesabaran meraciknya merupakan proses yang biasa menjadi hasil yang luar biasa. Ambil contoh SHOLAT…. Banyak dari kita melakukan sholat, tetapi tidak sedikit yang tidak bisa mendapatkan kenikmatannya. Tiada yan...

Noda di Dahi

Bila berjalan dengan noda/ kotoran di dahi, tidak dapat kita melihatnya kecuali dengan cermin. Tetapi orang lain akan melihat jelas noda di dahi itu, dan akan memberitahu adanya noda itu. Dengan keragaman macam manusia, cara memberitahu juga akan bermacam cara. Ada yang dengan cara yang baik, ada juga dengan cara yang tidak baik. Sebagian orang dengan sopan memberitahu adanya noda itu, bahkan hingga menawari secarik kain untuk membersihkannya. Sebagian lagi dengan cara cukup tersenyum, menertawai, bahkan hingga menghina menganggap bodoh berjalan dengan noda di dahi. Kita akan senang dengan cara memberitahu yang baik, tetapi sebaliknya dengan cara memberitahu yang buruk, kita dengan segera marah. Kita merasa tidak berhak ditertawai, atau dihina karena berjalan dengan noda di dahi. Biar bagaimanapun tidak sepantasnya kita segera menanggapi dengan marah. Seharusnya periksa diri kita dahulu sebelum marah. Kita lihat baik-baik apa yang terjadi dengan diri sendiri sehingga orang...