Langsung ke konten utama

Tasyahud

Dari Ibnu Abbas mengatakan, adalah Rasulullah SAW mengajarkan bacaan tasyahud (tahiyyat) pada kami dengan: “Attahiyyatul Mubarokatush Sholawatuth Thoyyibatu lillah” hingga akhirnya

(HR. Muslim)

---

Rasulullah SAW. Apabila duduk diantara dua sujud, beliau melipatkan kaki kirinya dan duduk diatasnya serta menegakkan kaki kanannya. Apabila beliau duduk dalam raka’at yang keempat, maka beliau menjauhkan kedua kakinya dari pangkal pahanya, lalu mendudukan pantatnya di tanah dan menegakkan pangkal paha kanannya.

(HR. Imam Syafi’i)

---

Nabi SAW apabila duduk dalam shalat, meletakkan telapak tangan kanan diatas paha kanannya dan mengenggamkan semua jari-jarinya serta mengisyaratkan dengan jari telunjuk yang bersebelahan dengan ibu jari, dan meletakkan telapak tangan kirinya diatas paha kirinya.

(HR Imam Syafi’i)

---

Dahulu Nabi SAW. Mengajarkan kepada kami tasyahud sebagaimana mengajar kami suatu surat dari Al Qur-an dan beliau mengucapkan :

“Attahiyyatul mubarokatush sholawatuth thoyyibatu lillahi, salamun ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokatuhu, salamun ‘alaina wa ‘ala ibadillahish sholihin. Asyhadu alla ilaha illallahu wa asyhadu anna muhammadarrosulullah.”

(HR. Imam Syafi’i)

---

Dari Ka’b ibnu Ujrah, dari Nabi SAW, bahwa Nabi SAW. Mengucapkan do’a berikut dalam shalatnya:

Allahumma sholli ‘ala muhammadiw wa ‘ala ali muhammad. Kama sholayta ‘ala ibrohima wa ali ibrohim. Wa barik ‘ala muhammadiw wa ali muhammad. Kama barokta ‘ala ibrohim wa ali ibrohim. Innaka hamidum majid”.

(HR. Imam Syafi’i)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Ber-Shodaqoh Bisa Dengan Bermacam Cara

Senyumanmu (bermuka manis) untuk saudaramu adalah shadaqah, dan amar ma'rufmu serta nahi munkarmu juga shadaqah, dan memberikan petunjuk kepada laki-laki (atau kepada siapa saja) yang ada di bumi yang sedang sesat, bagimu merupakan shadaqah. Dan (apabila engkau suka) menyingkirkan batu atau duri atau tulang-tulang yang mengganggu jalan bagimu yang merupakan shadaqah. (H.R. Bukhari)

Ramuan Kenikmatan

Bagi orang lain mungkin biasa saja, tetapi bagi saya yang terbiasa makan di warteg, kesempatan makan nasi padang merupakan hal yang berbeda.Seminggu sekali pada hari raya umat Islam, yaitu hari Jumat, saya menyempatkan makan di salah satu warung nasi padang pilihan. Rendang yang sejatinya adalah daging jua , dirasa nikmat dalam kunyahan. Saat merasakan setiap kunyahan rendang itu, saya bertafakur bahwa mengapa kita tidak dapat menikmati ibadah sebagaimana menikmati rendang ini. Kenikmatan rendang tidaklah semata-mata datang begitu saja, tetapi ada proses yang dilalui. Rendang memang menu yang lumrah di setiap warung nasi padang, tetapi tidak semua warung nasi padang dapat menyajikan kenikmatan rasa yang sama. Ketelitian memilih daging, ketepatan bumbu, dan kesabaran meraciknya merupakan proses yang biasa menjadi hasil yang luar biasa. Ambil contoh SHOLAT…. Banyak dari kita melakukan sholat, tetapi tidak sedikit yang tidak bisa mendapatkan kenikmatannya. Tiada yan...

Noda di Dahi

Bila berjalan dengan noda/ kotoran di dahi, tidak dapat kita melihatnya kecuali dengan cermin. Tetapi orang lain akan melihat jelas noda di dahi itu, dan akan memberitahu adanya noda itu. Dengan keragaman macam manusia, cara memberitahu juga akan bermacam cara. Ada yang dengan cara yang baik, ada juga dengan cara yang tidak baik. Sebagian orang dengan sopan memberitahu adanya noda itu, bahkan hingga menawari secarik kain untuk membersihkannya. Sebagian lagi dengan cara cukup tersenyum, menertawai, bahkan hingga menghina menganggap bodoh berjalan dengan noda di dahi. Kita akan senang dengan cara memberitahu yang baik, tetapi sebaliknya dengan cara memberitahu yang buruk, kita dengan segera marah. Kita merasa tidak berhak ditertawai, atau dihina karena berjalan dengan noda di dahi. Biar bagaimanapun tidak sepantasnya kita segera menanggapi dengan marah. Seharusnya periksa diri kita dahulu sebelum marah. Kita lihat baik-baik apa yang terjadi dengan diri sendiri sehingga orang...