Langsung ke konten utama

Memperlihatkan Dalam Beribadah

Ibadah sudah seharusnya diperlihatkan, dipertontonkan, dan dipertunjukkan. Sehingga dapat dipastikan bahwa kita sedang ibadah.Dengan ditunjukkannya ibadah kita, maka akan menaikkan kualitas dari nilai ibadah tersebut. Sudah saatnya bagi kita semua untuk memperlihatkan dan menunjukkan pelaksanaan ibadah agar disebut orang yang taat dan bertaqwa.

Dimulai dari akan beribadah, sudah harus diniatkan untuk memperlihatkannya. Pada saat melakukannya, berusahalah apa yang kita lakukan dilihat. Lakukan secermat-cermatnya hingga semua proses ibadah itu diperhatikan. Setelah selesai, nyatakan sekuat-kuatnya bahwa kita selesai beribadah.

Perlihatkan ibadah kita.......

.......

Perlihatkanlah kepada ALLAH SWT. Hanya kepada ALLAH.

Berusahalah untuk menunjukkan, memperlihatkan, mempertontonkan ibadah kita kepada ALLAH. Tunjukkan yang terbaik yang bisa kita lakukan pada saat beribadah. Tunjukkan bahwa tidak ada aktifitas lain yang kita lakukan, tidak ada tujuan yang kita maksudkan, tiada keinginan lain yang kita mohonkan, kecuali ibadah tersebut ikhlas semata.

Jasadiyyah dan ruhaniyyah kita fokus, khusus menghadap dan mengharap kepada ALLAH, mempersembahkan seluruh kemampuan jiwa raga untuk mempertontonkan ibadah kita. Dengan keseriusan dalam menunjukkan ibadah, kita tidak sembarangan dalam beribadah. Persiapan yang matang, akan menghasilkan kualitas ibadah yang maksimal. Usahakan jangan sampai satu detik pun, atau satu gerakan yang melupakan kita bahwa kita sedang menunjukkan ibadah kepada ALLAH.

Hanya bila ALLAH melihat dan menilai apa yang kita lakukan adalah ibadah, maka beruntunglah kita. Tetapi bila tidak, maka masuklah kita kedalam golongan orang-orang yang merugi.

Mulai sekarang perlihatkanlah kepada ALLAH pada saat beribadah.

Jangan disembunyikan sebagaimana sebagian orang yang menyembunyikannya, sehingga jangankan manusia bahkan ALLAH pun tidak melihat dia ibadah atau sedang ibadah. Karena sesungguhnya memang dia tidak melakukan ibadah. Seandainya pun dilakukan, dia berdiri dengan malas, dan dilakukan agar dipandang oleh manusia. Makanya sudah pasti ALLAH tidak menilainya beribadah, karena dilakukan tidak tertuju kepada ALLAH.

Adapula yang melakukannya dengan diam-diam alias diam betulan. Yang ada (katanya) niat melulu, tetapi tidak dilaksanakan. Sementara orang lain sholat, dia diam. Yang lain berpuasa, dia diam. Datang perintah untuk menunaikan dzakat, dia diam. Bila diajak untuk melaksanakan ibadah, jawabnya nanti kalau sudah ini, kalau sudah itu. Satu trilyun alasan (1001 alasan sudah nggak musim, terlalu sedikit buat orang yang kayak gini). Ibadahnya benar-benar disimpan dan disembunyikan rapat-rapat, sehingga tidak seorang pun, bahkan dirinya, pernah melihat dia beribadah.

Mulailah untuk menyadari kelemahan nilai ibadah kita. Selama ini kita belum maksimal menunjukkan ibadah kepada ALLAH. Kita belum memperlihatkan ibadah kepada ALLAH.

Kalau belum memperlihatkan ibadah kepada ALLAH, masihkah merasa pantas minta ini-itu kepada ALLAH?

Kalau belum memperlihatkan ibadah kepada ALLAH, bagaimana ALLAH mau kenal kepada kita?

WALLAHU A'LAM

Komentar

  1. hanya Allah yang boleh riya. karena itu memang pakaianNya. tanpa mesti menunjukkan, Allah sudah tau and faham... tinggal sekarang sambungannya ke Allah. kalo gak nyambung ya percuma dong...

    BalasHapus
  2. fokus,khusus menghadap dan mengharap dalam menyembah dan mepersembahkan mestilah dengan ikhlas. bukan dengan riya. jika masih riya, berarti masih berharap imbalan... apa pantas kita (walaupun hanya) berharap imbalan, sementara yang sudah diberikan masih belum dapat......??

    BalasHapus
  3. to RIFTA & anak ayah
    Riya' bukan pakaian-Nya. Tp Kesombongan & keagungan itu adalah pakaian-Nya.

    Arti riya' adalah memperlihatkan/ (kasarnya)pamer.
    dalam riya', imbalan yang diharapkan pasti minta diperhatikan, dan ini yg pertama dan paling utama.
    Yg lainnya bisa nyusul belakangan.
    Biasanya orang yg riya' pasti membaguskan diri dan perbuatan. Perbuatannya dibuat dan dilakukan sebaik-baiknya agar dapat perhatian.
    Jd Riya' pd ALLAH adalah berusaha membaguskan ibadahnya dan sgl macam prosesi yg ada agar diberi predikat terbaik.
    Khusu' tp gak berusaha nampilin yg terbaik sama jg boong, mas.

    BalasHapus
  4. RIFTA said: "Allah sudah tau and faham... tinggal sekarang sambungannya ke Allah. kalo gak nyambung ya percuma dong..."

    To RIFTA:
    ALLAH ga pernah riya'.
    Justru yang nyambunginnya kita sbg manusia. kita yg butuh, bukan ALLAH.
    makanya kudu diperlihatkan kualitas ibadah kita.
    Bukannya ibadah yg cuma sekedarnya aja, yg penting wajib dah dikerjakan, selesai!
    Itu ga bener.

    BalasHapus
  5. To anak ayah:
    anak ayah said: "fokus,khusus menghadap dan mengharap dalam menyembah dan mepersembahkan mestilah dengan ikhlas."

    coba gmn caranya ikhlas?
    Ya, kudu disiapin dulu. klo ikhlas tp sebenernya kosong, ya percuma aja. namanya bengong.

    ikhlas tp badan bau, ga mau mandi, padahal bisa mandi, rambut acak-acakan, baju kotor, ujug2 takbir, impossible deh. Drmn ikhlas nya

    Rasul aja nyuruh kita sblm datengin sholat kudu bersih, wangi, rapi.

    Ngadep manusia aja, bersih wangi, rapi biar keliatan apik, apalgi ngadep ALLAH.

    BalasHapus
  6. betul itu Bos.... itu adab untuk ketemu ALLAH.. iya nggak...betul juga kita yang butuh ALLAH, bukan ALLAH yang butuh kita... betul itu semua. tapi ngapain kita mesti mamerin ke ALLAH : ya ALLAH ini aku sedang prepare sebaik-baiknya untuk menghadap kepadaMU (tak di bilang tapi dikerjakan), wong ALLAH wes ngarti koq apa2 aja yang kita kerjakan dan apa yang bergerak di hati...selama masih ada pamer ya gak ikhlas dong... lagi pula ngapain mesti pake dipamerin segala atau minta perhatian ALLAH.. wong ALLAH gak butuh apa2 dari kita kog (sorry Bos... jgn bilang aku salah adab ke GURU ya...thanks)

    BalasHapus
  7. Biasanya orang yg pamer, pasti prepare untuk pamerannya.
    Persiapan yg matang akan menentukan kualitas ibadahnya.
    Memang pasti ALLAH ngerti, bahkan sebelum kita berbuat. Tp apa kita ngerti klo ALLAH perhatikan kita?
    Itulah masalahnya....
    Kalo pamer ke ALLAH ya pasti Ikhlas...
    Inna sholati wanusuki.......dst
    itu khan kata2 pamer....
    tp bukan pamer ke selain ALLAH
    ALLAH memang ga butuh apa2 dr kita, kita yg butuh ALLAH. Makanya kudu pamer biar diperhatiin.
    Coba kalo do'a, minta dikabul gak?
    boong kalo do'a gak minta dikabul...
    Itu namanya minta diperhaiin.

    BalasHapus
  8. tapi Bos, kayaknya kita gak punya hak pamer deh... wong kita gak punya apa2 kog... apa yang mau dipamerin? semua ALLAH punya... mosok kita mamerin yang bukan kita punya? ya gak ilok dong. kita ya kerjakan aja sesuai semua petunjuk and tuntunan. perkara nyambung apa nggak.... kan ada parabolanya. kalo freqwensinya klop nyambunglah dia, kalo nggak ya gak nyambung dong...tapi itu juga kan bukan hak kita. mana bisa kita maksa ALLAH ta'ala. kalo Inna sholati... dst itu i'tikad kita ke ALLAH. iya gak Bos....

    BalasHapus
  9. Kalo bilang"perkara nyambung ato ga... ada parabolannya" ya salah
    Parabola mah cuma mancarin, yang nge-klopin ya sistem nya.
    Yang namanya sistem ya kudu diatur, frequensinya brp, levelnya brp, Longitd, Ltd nya brp.
    Judulnya kudu diatur sedemikian rupa agar klop sama tujuan.
    Kalo dari awal cuma bilang terserah mau nyambung atau nggak terserah ALLAH berarti kita ga niat mau ibadah yang bener.

    Hey hey hey.... I'tikad itu apa sih???
    Bahasa gaulnya tekad, pernyataan....
    Itukan nyatakan kita sholat ibadah lillahi ta'ala.
    Lalu emang kita sdh lillahi ta'ala?
    Itukan baru pernyataan kita. Deklarasinya bukan mau lillahi ta'ala atau terserah lillahi ta'ala atau nggak, tp lillahi ta'ala.
    Yakin sdh lillahi ta'ala?
    ........
    Nah...
    baru omongan, kan?
    baru pamer, kan?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Ber-Shodaqoh Bisa Dengan Bermacam Cara

Senyumanmu (bermuka manis) untuk saudaramu adalah shadaqah, dan amar ma'rufmu serta nahi munkarmu juga shadaqah, dan memberikan petunjuk kepada laki-laki (atau kepada siapa saja) yang ada di bumi yang sedang sesat, bagimu merupakan shadaqah. Dan (apabila engkau suka) menyingkirkan batu atau duri atau tulang-tulang yang mengganggu jalan bagimu yang merupakan shadaqah. (H.R. Bukhari)

Noda di Dahi

Bila berjalan dengan noda/ kotoran di dahi, tidak dapat kita melihatnya kecuali dengan cermin. Tetapi orang lain akan melihat jelas noda di dahi itu, dan akan memberitahu adanya noda itu. Dengan keragaman macam manusia, cara memberitahu juga akan bermacam cara. Ada yang dengan cara yang baik, ada juga dengan cara yang tidak baik. Sebagian orang dengan sopan memberitahu adanya noda itu, bahkan hingga menawari secarik kain untuk membersihkannya. Sebagian lagi dengan cara cukup tersenyum, menertawai, bahkan hingga menghina menganggap bodoh berjalan dengan noda di dahi. Kita akan senang dengan cara memberitahu yang baik, tetapi sebaliknya dengan cara memberitahu yang buruk, kita dengan segera marah. Kita merasa tidak berhak ditertawai, atau dihina karena berjalan dengan noda di dahi. Biar bagaimanapun tidak sepantasnya kita segera menanggapi dengan marah. Seharusnya periksa diri kita dahulu sebelum marah. Kita lihat baik-baik apa yang terjadi dengan diri sendiri sehingga orang...

Punuk (Guru)

Dalam banyak majlis atau organisasi, jumlah murid, jamaah atau pengikut merupakan tolok ukur dari keberhasilan atau kebesarannya. Seringkali jumlah menjadi kebanggaan dan kesombongan. Hal ini juga bagi banyak orang menjadi dasar bagus tidaknya majlis itu. Dalam "kata singkat" : kuantitas menentukan kualitas, jumlah adalah jaminan mutu. Murid adalah seseorang yang diakui oleh seorang guru untuk mempelajari ilmu yang diajarkannya. Murid wajib mengikuti petunjuk-petunjuk gurunya dalam melakukan olah ilmu yang diberikan agar tidak menyalahi jalan yang sudah ada. Murid adalah bentukan gurunya, maka bagaimanapun bentuk laku dari murid merupakan cerminan apa yang diajarkan oleh gurunya. Walaupun tidak terlepas dari adanya pengaruh lainnya, dominasi ajaran gurunya tetap yang menjadi anutan bagi seorang murid. Diperlukan usaha yang ekstra keras bagi seorang guru agar muridnya tidak menyimpang arah. Dalam tingkatan inilah yang harus diperhatikan oleh seorang guru. Baik b...