Langsung ke konten utama

I Like You

Sebelumnya kita sudah belajar I LOVE YOU, lalu kata "you" nya diganti sama kata lainnya. Jadi kita punya beberapa kata lainnya, seperti :

I LOVE FRIED RICE
I LOVE APPLE
I LOVE BREAD
dll...

Nah, sekarang kita akan permak kata yang ditengah, "LOVE" dengan kata lain.
Untuk mengganti kata tengah ini, perlu diperhatikan kata belakangnya agar pas, enak, dan sesuai dengan maksud perkataannya dan nyaman didengarnya.

Khan nggak enak didengar, terutama bagi yang tahu artinya, ada kata-kata :

I LOVE LAMP, I LOVE BRIDGE

Kembali ke acara ganti mengganti kata tengah, mari kita coba insting kita (apa sih maksudnya?) dengan kata-kata berikut.

Contoh :
Membaca (READ), kata belakangnya paling nggak buku (BOOK), koran (NEWSPAPER), majalah (MAGAZINE), dan lain-lain yang memang dibaca.

Nggak nyambung la yaw READ dengan FRIED RICE, APPLE, ICE CREAM.
I READ FRIED RICE (saya membaca nasi goreng)
I READ .... (terusin aja sendiri, capek ngetiknya)

Contoh lain :
Minum (DRINK), pasangannya air (WATER), susu (MILK), kopi (COFFE), dll.
Menulis (WRITE), temennya surat (LETTER), blog (BLOG).
Suka (LIKE), hampir sama dengan LOVE, tapi "hampir" ya, bukan beneran sama. Kapan-kapan kita lihat perbedaannya.

Contoh Lain? Cari sendiri donk....
Belajar yang rajin, biar masuk sorga (apaaaaaaaaa lagiiii...)

Dah ah, mo tidur dulu....

Komentar

  1. ha ha ha..... mulut dah monyong lantaran latihan en kering lantaran kelamaan dekat ama lampu terus kelindes lagi di jembatan....I love lamp, I love bridge... ha ha ha si boss ada2aja....

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Ber-Shodaqoh Bisa Dengan Bermacam Cara

Senyumanmu (bermuka manis) untuk saudaramu adalah shadaqah, dan amar ma'rufmu serta nahi munkarmu juga shadaqah, dan memberikan petunjuk kepada laki-laki (atau kepada siapa saja) yang ada di bumi yang sedang sesat, bagimu merupakan shadaqah. Dan (apabila engkau suka) menyingkirkan batu atau duri atau tulang-tulang yang mengganggu jalan bagimu yang merupakan shadaqah. (H.R. Bukhari)

Noda di Dahi

Bila berjalan dengan noda/ kotoran di dahi, tidak dapat kita melihatnya kecuali dengan cermin. Tetapi orang lain akan melihat jelas noda di dahi itu, dan akan memberitahu adanya noda itu. Dengan keragaman macam manusia, cara memberitahu juga akan bermacam cara. Ada yang dengan cara yang baik, ada juga dengan cara yang tidak baik. Sebagian orang dengan sopan memberitahu adanya noda itu, bahkan hingga menawari secarik kain untuk membersihkannya. Sebagian lagi dengan cara cukup tersenyum, menertawai, bahkan hingga menghina menganggap bodoh berjalan dengan noda di dahi. Kita akan senang dengan cara memberitahu yang baik, tetapi sebaliknya dengan cara memberitahu yang buruk, kita dengan segera marah. Kita merasa tidak berhak ditertawai, atau dihina karena berjalan dengan noda di dahi. Biar bagaimanapun tidak sepantasnya kita segera menanggapi dengan marah. Seharusnya periksa diri kita dahulu sebelum marah. Kita lihat baik-baik apa yang terjadi dengan diri sendiri sehingga orang...

Punuk (Guru)

Dalam banyak majlis atau organisasi, jumlah murid, jamaah atau pengikut merupakan tolok ukur dari keberhasilan atau kebesarannya. Seringkali jumlah menjadi kebanggaan dan kesombongan. Hal ini juga bagi banyak orang menjadi dasar bagus tidaknya majlis itu. Dalam "kata singkat" : kuantitas menentukan kualitas, jumlah adalah jaminan mutu. Murid adalah seseorang yang diakui oleh seorang guru untuk mempelajari ilmu yang diajarkannya. Murid wajib mengikuti petunjuk-petunjuk gurunya dalam melakukan olah ilmu yang diberikan agar tidak menyalahi jalan yang sudah ada. Murid adalah bentukan gurunya, maka bagaimanapun bentuk laku dari murid merupakan cerminan apa yang diajarkan oleh gurunya. Walaupun tidak terlepas dari adanya pengaruh lainnya, dominasi ajaran gurunya tetap yang menjadi anutan bagi seorang murid. Diperlukan usaha yang ekstra keras bagi seorang guru agar muridnya tidak menyimpang arah. Dalam tingkatan inilah yang harus diperhatikan oleh seorang guru. Baik b...