Langsung ke konten utama

Perbaiki Wudhu

Menyimak beberapa kiat agar terhindar dari paparan virus covid-19, seperti cuci tangan pakai sabun, cuci muka pakai sabun, dan lain lain , mengingatkan pada prosesi yang dilakukan sebelum melaksanakan sholat, yaitu berwudhu’.

Wudhu’ adalah sesuatu yang biasa bagi umat Islam. Begitu biasanya sehingga banyak yang menyepelekan tata tertibnya, termasuk syarat dan rukunnya.

Banyak yang membasuh wajah tidak sempurna, membasuh tangan tidak sampai siku, berkumur-kumur hanya membasahi bibir saja, membersihkan lubang hidung hanya membasahi ujung hidung saja, membasuh kaki hanya bagian depan jari-jari kaki saja, dan lain sebagainya.

Padahal selain dasarnya adalah untuk bersuci, ada aspek kesehatan dalam berwudhu’ ini. Silakan browsing di internet, banyak yang membahas perihal ini. Aspek kesehatan dari berwudhu ini menjadi begitu penting saat terjadinya wabah ini yang menyerang melalui paparan pada wajah, hidung, tangan, dan anggota tubuh terbuka lainnya.

Saat berwudhu', kita dituntun untuk membersihkan seluruh bagian tubuh yang harus dibasuh dengan sebaik mungkin, seperti:


  • Cucilah telapak tangan hingga sela-sela jari tangan
  • Kumur-kumur mulut dengan kuat, agar kotoran dalam mulut keluar
  • Bersihkan lubang hidung dengan menyedot air kedalam lubang hidung dan keluarkan dengan keras, agar kotoran pada lubang hidung, sebagai pintu depan pernafasan kita, ikut keluar bersama air.
  • Basuh wajah hingga ke tepi dekat telinga, dahi, dan dagu
  • Basuh tangan dengan mengantar airnya hingga siku
  • Antarkan air hingga kulit kepala saat basuh sebagian kepala
  • Basuh telinga dari tepi lubang hingga ke lekukan-lekukannya
  • Basuh kaki hingga mata kaki, dengan memperhatikan jari-jari, tumit, juga belakang kaki

Saat membasuh tangan, wajah, kepala, telinga, dan kaki, lakukan sambil mengurut dengan ringan permukaan kulitnya, agar semua kotoran yang menempel terlepas terbawa air.


Apabila kita lakukan dengan benar, maka akan kita rasakan bahwa semua anggota tubuh kita yang terbuka (bagi pria), terbasuh dengan sempurna.

Lakukanlah prosesi wudhu' tersebut dengan tertib. Insya Allah, selain kita mendapat kesucian badan, juga kebersihan dan kesehatan. Aamiin.

Wallahu a’lam.

Komentar

  1. Alhamdulillah, sangat bermanfaat dan sangat membantu tata cara wudhu yg benar.

    Dengan wudhu' secara benar maka seluruh tubuh kita akan bersih dan suci shg akan terhidar dari segala penyakit, khususnya Covid 19 .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah bila tulisan ini bisa bermanfaat.

      Terimakasih sudah berkunjung ke blog urap kelapa.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Ber-Shodaqoh Bisa Dengan Bermacam Cara

Senyumanmu (bermuka manis) untuk saudaramu adalah shadaqah, dan amar ma'rufmu serta nahi munkarmu juga shadaqah, dan memberikan petunjuk kepada laki-laki (atau kepada siapa saja) yang ada di bumi yang sedang sesat, bagimu merupakan shadaqah. Dan (apabila engkau suka) menyingkirkan batu atau duri atau tulang-tulang yang mengganggu jalan bagimu yang merupakan shadaqah. (H.R. Bukhari)

Noda di Dahi

Bila berjalan dengan noda/ kotoran di dahi, tidak dapat kita melihatnya kecuali dengan cermin. Tetapi orang lain akan melihat jelas noda di dahi itu, dan akan memberitahu adanya noda itu. Dengan keragaman macam manusia, cara memberitahu juga akan bermacam cara. Ada yang dengan cara yang baik, ada juga dengan cara yang tidak baik. Sebagian orang dengan sopan memberitahu adanya noda itu, bahkan hingga menawari secarik kain untuk membersihkannya. Sebagian lagi dengan cara cukup tersenyum, menertawai, bahkan hingga menghina menganggap bodoh berjalan dengan noda di dahi. Kita akan senang dengan cara memberitahu yang baik, tetapi sebaliknya dengan cara memberitahu yang buruk, kita dengan segera marah. Kita merasa tidak berhak ditertawai, atau dihina karena berjalan dengan noda di dahi. Biar bagaimanapun tidak sepantasnya kita segera menanggapi dengan marah. Seharusnya periksa diri kita dahulu sebelum marah. Kita lihat baik-baik apa yang terjadi dengan diri sendiri sehingga orang...

Punuk (Guru)

Dalam banyak majlis atau organisasi, jumlah murid, jamaah atau pengikut merupakan tolok ukur dari keberhasilan atau kebesarannya. Seringkali jumlah menjadi kebanggaan dan kesombongan. Hal ini juga bagi banyak orang menjadi dasar bagus tidaknya majlis itu. Dalam "kata singkat" : kuantitas menentukan kualitas, jumlah adalah jaminan mutu. Murid adalah seseorang yang diakui oleh seorang guru untuk mempelajari ilmu yang diajarkannya. Murid wajib mengikuti petunjuk-petunjuk gurunya dalam melakukan olah ilmu yang diberikan agar tidak menyalahi jalan yang sudah ada. Murid adalah bentukan gurunya, maka bagaimanapun bentuk laku dari murid merupakan cerminan apa yang diajarkan oleh gurunya. Walaupun tidak terlepas dari adanya pengaruh lainnya, dominasi ajaran gurunya tetap yang menjadi anutan bagi seorang murid. Diperlukan usaha yang ekstra keras bagi seorang guru agar muridnya tidak menyimpang arah. Dalam tingkatan inilah yang harus diperhatikan oleh seorang guru. Baik b...