Langsung ke konten utama

Kala Para Setan Menghampiri


By Eman

Kala para setan menghampiriku
Sholatku tak pernah khusu'
Fikiran melayang entah kemana
Hingga jumlah rakaat pun jadi lupa

Kala para setan menghampiriku
Merubah tujuan dari amalku
Menunggu pandangan mata kagum
Mengharapkan sanjungan khalayak umum

Kala para setan menghampiriku
Lidahku tak pernah kelu
Membicarakan keburukan orang
Seakan dosa sendiri tidak segudang

Kala para setan menghampiriku
Diri ini tak pernah merasa malu
Mengumbar aurat terbuka
Mengundang hasrat mata terpana

Kala para setan menghampiriku
Kesombongan adalah mahkotaku
Mengecilkan laku orang lain
Menganggap besar perbuatan diri

Kala para setan menghampiriku
Kurasakan betapa indah suaraku
Baca Al Quran ku terasa menawan
Pujian orang kunantikan

Kala para setan menghampiriku
Menjauhkan diri dari akhlaq tingkah laku
Berbohong, mencaci maki, dan mencuri
Menjadi perbuatan sehari-hari

Kala para setan menghampiriku
Melalaikan diri akan waktu
Seakan dunia tidak akan berubah
Seakan jasad tidak kembali ke tanah

Kala para setan menghampiriku
Mereka menjajah seluruh butir darahku
Membuatku semakin tak peduli
Karena kini diri ini adalah setan itu sendiri

(Dzikrun Nafs, ternyata masih 0 kecil, Masya ALLAH)

----------

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Ber-Shodaqoh Bisa Dengan Bermacam Cara

Senyumanmu (bermuka manis) untuk saudaramu adalah shadaqah, dan amar ma'rufmu serta nahi munkarmu juga shadaqah, dan memberikan petunjuk kepada laki-laki (atau kepada siapa saja) yang ada di bumi yang sedang sesat, bagimu merupakan shadaqah. Dan (apabila engkau suka) menyingkirkan batu atau duri atau tulang-tulang yang mengganggu jalan bagimu yang merupakan shadaqah. (H.R. Bukhari)

Noda di Dahi

Bila berjalan dengan noda/ kotoran di dahi, tidak dapat kita melihatnya kecuali dengan cermin. Tetapi orang lain akan melihat jelas noda di dahi itu, dan akan memberitahu adanya noda itu. Dengan keragaman macam manusia, cara memberitahu juga akan bermacam cara. Ada yang dengan cara yang baik, ada juga dengan cara yang tidak baik. Sebagian orang dengan sopan memberitahu adanya noda itu, bahkan hingga menawari secarik kain untuk membersihkannya. Sebagian lagi dengan cara cukup tersenyum, menertawai, bahkan hingga menghina menganggap bodoh berjalan dengan noda di dahi. Kita akan senang dengan cara memberitahu yang baik, tetapi sebaliknya dengan cara memberitahu yang buruk, kita dengan segera marah. Kita merasa tidak berhak ditertawai, atau dihina karena berjalan dengan noda di dahi. Biar bagaimanapun tidak sepantasnya kita segera menanggapi dengan marah. Seharusnya periksa diri kita dahulu sebelum marah. Kita lihat baik-baik apa yang terjadi dengan diri sendiri sehingga orang...

Punuk (Guru)

Dalam banyak majlis atau organisasi, jumlah murid, jamaah atau pengikut merupakan tolok ukur dari keberhasilan atau kebesarannya. Seringkali jumlah menjadi kebanggaan dan kesombongan. Hal ini juga bagi banyak orang menjadi dasar bagus tidaknya majlis itu. Dalam "kata singkat" : kuantitas menentukan kualitas, jumlah adalah jaminan mutu. Murid adalah seseorang yang diakui oleh seorang guru untuk mempelajari ilmu yang diajarkannya. Murid wajib mengikuti petunjuk-petunjuk gurunya dalam melakukan olah ilmu yang diberikan agar tidak menyalahi jalan yang sudah ada. Murid adalah bentukan gurunya, maka bagaimanapun bentuk laku dari murid merupakan cerminan apa yang diajarkan oleh gurunya. Walaupun tidak terlepas dari adanya pengaruh lainnya, dominasi ajaran gurunya tetap yang menjadi anutan bagi seorang murid. Diperlukan usaha yang ekstra keras bagi seorang guru agar muridnya tidak menyimpang arah. Dalam tingkatan inilah yang harus diperhatikan oleh seorang guru. Baik b...