Langsung ke konten utama

Mandi Janabah

Malik telah menceritakan kepada kami, dari Hisyam, dari ayahnya, dari Siti Aisyah:

Bahwa Rasulullah SAW, apabila mandi janabah,  :

1. memulainya dengan mencuci kedua tangannya,

2. lalu berwudhu sebagaimana wudhu untuk sholat.

3. Setelah itu memasukkan jari jemarinya ke dalam air, kemudian menyela-nyelakannya pada akar-akar rambut.

4. Lalu menuangkan air ke atas kepalanya sebanyak tiga cidukan dengan kedua tangannya,

5. setelah itu baru meratakan air ke seluruh tubuhnya.


(Juz 1, Hal 69)

-----

Ibnu Uyaynah telah menceritakan kepada kami, dari Ayyub ibnu Musa, dari Sa"id ibnu Abu Sa'id, dari Abdullah ibnu Rafi', dari Ummu Salamah yang menceritakan:

Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW. Untuk itu aku mengatakan, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah seorang wanita yang selalu mengepang rambutku dengan kuat, apakah aku harus menguraikannya dalam mandi janabah?"

Nabi SAW menjawab, "Tidak, sesungguhnya cukup bagimu hanya dengan menciduk air sebanyak tiga cidukan untuk engkau tuangkan ke kepangan rambutmu, lalu engkau siramkan air dengan rata ke seluruh tubuhmu, lalu kamu menjadi suci," atau beliau SAW bersabda, "setelah itu engkau suci."

(Juz 1, Hal 70)

-----

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Ber-Shodaqoh Bisa Dengan Bermacam Cara

Senyumanmu (bermuka manis) untuk saudaramu adalah shadaqah, dan amar ma'rufmu serta nahi munkarmu juga shadaqah, dan memberikan petunjuk kepada laki-laki (atau kepada siapa saja) yang ada di bumi yang sedang sesat, bagimu merupakan shadaqah. Dan (apabila engkau suka) menyingkirkan batu atau duri atau tulang-tulang yang mengganggu jalan bagimu yang merupakan shadaqah. (H.R. Bukhari)

Ramuan Kenikmatan

Bagi orang lain mungkin biasa saja, tetapi bagi saya yang terbiasa makan di warteg, kesempatan makan nasi padang merupakan hal yang berbeda.Seminggu sekali pada hari raya umat Islam, yaitu hari Jumat, saya menyempatkan makan di salah satu warung nasi padang pilihan. Rendang yang sejatinya adalah daging jua , dirasa nikmat dalam kunyahan. Saat merasakan setiap kunyahan rendang itu, saya bertafakur bahwa mengapa kita tidak dapat menikmati ibadah sebagaimana menikmati rendang ini. Kenikmatan rendang tidaklah semata-mata datang begitu saja, tetapi ada proses yang dilalui. Rendang memang menu yang lumrah di setiap warung nasi padang, tetapi tidak semua warung nasi padang dapat menyajikan kenikmatan rasa yang sama. Ketelitian memilih daging, ketepatan bumbu, dan kesabaran meraciknya merupakan proses yang biasa menjadi hasil yang luar biasa. Ambil contoh SHOLAT…. Banyak dari kita melakukan sholat, tetapi tidak sedikit yang tidak bisa mendapatkan kenikmatannya. Tiada yan...

Noda di Dahi

Bila berjalan dengan noda/ kotoran di dahi, tidak dapat kita melihatnya kecuali dengan cermin. Tetapi orang lain akan melihat jelas noda di dahi itu, dan akan memberitahu adanya noda itu. Dengan keragaman macam manusia, cara memberitahu juga akan bermacam cara. Ada yang dengan cara yang baik, ada juga dengan cara yang tidak baik. Sebagian orang dengan sopan memberitahu adanya noda itu, bahkan hingga menawari secarik kain untuk membersihkannya. Sebagian lagi dengan cara cukup tersenyum, menertawai, bahkan hingga menghina menganggap bodoh berjalan dengan noda di dahi. Kita akan senang dengan cara memberitahu yang baik, tetapi sebaliknya dengan cara memberitahu yang buruk, kita dengan segera marah. Kita merasa tidak berhak ditertawai, atau dihina karena berjalan dengan noda di dahi. Biar bagaimanapun tidak sepantasnya kita segera menanggapi dengan marah. Seharusnya periksa diri kita dahulu sebelum marah. Kita lihat baik-baik apa yang terjadi dengan diri sendiri sehingga orang...