Langsung ke konten utama

NIKMATNYA NGE-BLOG

By : Eman

Tadinya saya fikir buat apa nge-blog. Kurang kerjaan! Pernah sih bikin blog pribadi, tapi males ngisinya. Sampai-sampai lupa password-nya. Tapi gara-gara ada yang nanya ini itu mengenai blogging, jadi terpaksa deh ikutan aktif nge-blog.

Lama-kelamaan asyik juga nge-blog. Walaupun postingan sering mandegnya dibanding lancarnya, saya berusaha mencari isi tulisan yang bisa di posting.

Memang sih isi blog saya nggak keren-keren banget, nggak melangit. Boro-boro melangit, lompat 1 milimeter dari tanah aja nggak. Semuanya masih nempel di tanah, di bumi. Tapi ya pede aja lagi. Lagipula ngebahas yang ada di bumi, terutama yang ada di diri ini aja nggak habis-habisnya.

Dengan ilmu secuil, blog saya jadikan tumpahan paparan rasa, goresan qolbu, kilasan fikiran dan pelepasan beban jiwa. Apa aja yang ditulis. Meskipun dibacanya (mungkin) nggak intelek, tapi yang penting saya tetap dapat menulis postingan.

Kemandegan sering terjadi apabila aktifitas terlalu membebani raga. Sehingga apabila sudah ada bahan tulisan, seringkali didiamkan nyantol di otak. Nanti kalau sudah dapat “mood” yang pas baru deh nulis lagi.

Poko’e saya akan berusaha terus memposting tulisan saya. Maju terus pantang mundur. (NGGAK JANJI, DEH… HEHEHE)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Ber-Shodaqoh Bisa Dengan Bermacam Cara

Senyumanmu (bermuka manis) untuk saudaramu adalah shadaqah, dan amar ma'rufmu serta nahi munkarmu juga shadaqah, dan memberikan petunjuk kepada laki-laki (atau kepada siapa saja) yang ada di bumi yang sedang sesat, bagimu merupakan shadaqah. Dan (apabila engkau suka) menyingkirkan batu atau duri atau tulang-tulang yang mengganggu jalan bagimu yang merupakan shadaqah. (H.R. Bukhari)

Noda di Dahi

Bila berjalan dengan noda/ kotoran di dahi, tidak dapat kita melihatnya kecuali dengan cermin. Tetapi orang lain akan melihat jelas noda di dahi itu, dan akan memberitahu adanya noda itu. Dengan keragaman macam manusia, cara memberitahu juga akan bermacam cara. Ada yang dengan cara yang baik, ada juga dengan cara yang tidak baik. Sebagian orang dengan sopan memberitahu adanya noda itu, bahkan hingga menawari secarik kain untuk membersihkannya. Sebagian lagi dengan cara cukup tersenyum, menertawai, bahkan hingga menghina menganggap bodoh berjalan dengan noda di dahi. Kita akan senang dengan cara memberitahu yang baik, tetapi sebaliknya dengan cara memberitahu yang buruk, kita dengan segera marah. Kita merasa tidak berhak ditertawai, atau dihina karena berjalan dengan noda di dahi. Biar bagaimanapun tidak sepantasnya kita segera menanggapi dengan marah. Seharusnya periksa diri kita dahulu sebelum marah. Kita lihat baik-baik apa yang terjadi dengan diri sendiri sehingga orang...

Punuk (Guru)

Dalam banyak majlis atau organisasi, jumlah murid, jamaah atau pengikut merupakan tolok ukur dari keberhasilan atau kebesarannya. Seringkali jumlah menjadi kebanggaan dan kesombongan. Hal ini juga bagi banyak orang menjadi dasar bagus tidaknya majlis itu. Dalam "kata singkat" : kuantitas menentukan kualitas, jumlah adalah jaminan mutu. Murid adalah seseorang yang diakui oleh seorang guru untuk mempelajari ilmu yang diajarkannya. Murid wajib mengikuti petunjuk-petunjuk gurunya dalam melakukan olah ilmu yang diberikan agar tidak menyalahi jalan yang sudah ada. Murid adalah bentukan gurunya, maka bagaimanapun bentuk laku dari murid merupakan cerminan apa yang diajarkan oleh gurunya. Walaupun tidak terlepas dari adanya pengaruh lainnya, dominasi ajaran gurunya tetap yang menjadi anutan bagi seorang murid. Diperlukan usaha yang ekstra keras bagi seorang guru agar muridnya tidak menyimpang arah. Dalam tingkatan inilah yang harus diperhatikan oleh seorang guru. Baik b...