Langsung ke konten utama

Hijab

By Eman


Ada lima orang buta, bersama pengantarnya, pergi ke kebun binatang. Saat ini mereka berada di depan seekor gajah. Masing-masing dari mereka memegang salah satu bagian tubuh gajah tersebut. (Sebut aja nama mereka adalah A, B, C, D, E).

Si A yang memegang bagian belalainya, berkata dalam hatinya bahwa bentuk gajah itu seperti selang air yang besar.
Si B yang memegang bagian telinganya, batinnya berkata bahwa bentuk gajah adalah seperi daun yang sangat lebar..
Si C yang memegang bagian badannya merasakan bahwa gajah adalah serupa tembok tinggi tetapi empuk.
Si D yang memegang bagian kakinya yakin bahwa gajah adalah bagaikan tiang rumah.
Si E yang memegang bagian ekornya berkesimpulan bahwa gajah seperti sebuah pecut yang meliuk liuk.

Ketika kembali ke rumah, mereka pun membawa kesan masing-masing akan bentuk gajah.

Suatu saat, ALLAH berkehendak mereka berlima kembali dapat melihat.

Hal yang pertama mereka lakukan adalah kembali melihat gajah. Tanpa pengantar, mereka pun berangkat ke kebun binatang. Dengan kesan masing-masing, mereka berkeliling mencari gajah. Mereka tidak menemukan gajah yang ada dalam fikiran mereka, bahkan pada saat seekor gajah melintas di depan mereka. Seharian mereka berkeliling, hingga sore hari mereka pun pulang tanpa hasil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Ber-Shodaqoh Bisa Dengan Bermacam Cara

Senyumanmu (bermuka manis) untuk saudaramu adalah shadaqah, dan amar ma'rufmu serta nahi munkarmu juga shadaqah, dan memberikan petunjuk kepada laki-laki (atau kepada siapa saja) yang ada di bumi yang sedang sesat, bagimu merupakan shadaqah. Dan (apabila engkau suka) menyingkirkan batu atau duri atau tulang-tulang yang mengganggu jalan bagimu yang merupakan shadaqah. (H.R. Bukhari)

Noda di Dahi

Bila berjalan dengan noda/ kotoran di dahi, tidak dapat kita melihatnya kecuali dengan cermin. Tetapi orang lain akan melihat jelas noda di dahi itu, dan akan memberitahu adanya noda itu. Dengan keragaman macam manusia, cara memberitahu juga akan bermacam cara. Ada yang dengan cara yang baik, ada juga dengan cara yang tidak baik. Sebagian orang dengan sopan memberitahu adanya noda itu, bahkan hingga menawari secarik kain untuk membersihkannya. Sebagian lagi dengan cara cukup tersenyum, menertawai, bahkan hingga menghina menganggap bodoh berjalan dengan noda di dahi. Kita akan senang dengan cara memberitahu yang baik, tetapi sebaliknya dengan cara memberitahu yang buruk, kita dengan segera marah. Kita merasa tidak berhak ditertawai, atau dihina karena berjalan dengan noda di dahi. Biar bagaimanapun tidak sepantasnya kita segera menanggapi dengan marah. Seharusnya periksa diri kita dahulu sebelum marah. Kita lihat baik-baik apa yang terjadi dengan diri sendiri sehingga orang...

Punuk (Guru)

Dalam banyak majlis atau organisasi, jumlah murid, jamaah atau pengikut merupakan tolok ukur dari keberhasilan atau kebesarannya. Seringkali jumlah menjadi kebanggaan dan kesombongan. Hal ini juga bagi banyak orang menjadi dasar bagus tidaknya majlis itu. Dalam "kata singkat" : kuantitas menentukan kualitas, jumlah adalah jaminan mutu. Murid adalah seseorang yang diakui oleh seorang guru untuk mempelajari ilmu yang diajarkannya. Murid wajib mengikuti petunjuk-petunjuk gurunya dalam melakukan olah ilmu yang diberikan agar tidak menyalahi jalan yang sudah ada. Murid adalah bentukan gurunya, maka bagaimanapun bentuk laku dari murid merupakan cerminan apa yang diajarkan oleh gurunya. Walaupun tidak terlepas dari adanya pengaruh lainnya, dominasi ajaran gurunya tetap yang menjadi anutan bagi seorang murid. Diperlukan usaha yang ekstra keras bagi seorang guru agar muridnya tidak menyimpang arah. Dalam tingkatan inilah yang harus diperhatikan oleh seorang guru. Baik b...